Aqiqah Nasional diuruskan oleh : Kijang Kota Trading
Alamat :
No. 147, Jalan 2, Desa Mahkota,
43500 Bangi, Selangor
No. Tel : 603 - 8926 5171 / 8926 5175
No. Fax : 603 - 8926 4757
Telefon Bimbit : 6019 - 371 4434
Aktiviti Baru
Assalamulaikum... Penyembelihan Lembu Untuk Aqiqah Berkongsi sepanjang Januari masih ada kekosongan. Sebahagian hanya RM380. Daging boleh di ambil atau kami sedekahkan ke Madrasah atau Rumah Anak Yatim.. Abg aji 019 3714434 Bilal 017 6958477 .. silakan
Kemaskini : 28/12/2011
Berita Terkini
Admin Login
Maksud Qurban
Menyembelih binatang ternakan yang terdiri dari unta, lembu, kambing
dan kibas yang sampai *umur pada Hari Raya Qurban (Aidil Adha) 10
Zulhijjah selepas sembahyang sehinggalah gelincir matahari hari
terakhir tasyrik iaitu 13 Zulhijjah dengan tujuan mendekatkan diri
kepada Allah.
* umur binatang yang boleh
diqurbankan
Unta 5 tahun ke atas – 7 bahagian
Lembu, kerbau 2 tahun ke atas – 7 bahagian
Kambing 2 tahun ke atas – 1 bahagian
Bebiri, kibas 1.5 tahun ke atas – 1 bahagian
Ditegah berqurban dengan binatang yang cacat, berpenyakit, patah
anggotanya dan terlalu kurus.
Sunat-Sunat Ketika
Menyembelih Binatang Qurban
Membaca Bismillah
Selawat ke atas Nabi
Menghadap Kiblat
Bertakbir
Berdoa supaya diterima ibadah Qurban.
Nota :
Daging qurban yang di niat nazar oleh orang yg bernazar, hendaklah
disedekahkan semuanya. 1/3 daripada daging qurban sunat boleh
dimakan oleh mereka yang berqurban dan selebihnya disedekahkan
kepada fakir miskin, boleh juga disedekahkan kepada orang kaya
mengikut mahzab syafie. Mereka yang melakukan ibadah qurban
disunatkan menyaksikan penyembelihan binatang qurban tersebut
seperti mana sabda Rasullah s.a.w :
"Wahai Fatimah!, berdirilah di sisi qurbanmu dan saksikanlah,
sesungguhnya titisan darahya yang pertama itu pengampunan bagimu
atas dosa-dosa yang telah lalu." (Riwayat Bazzar dan Ibnu Hibban)
Menyaksikan sendiri perlaksanaan qurban tidak termasuk dalam
syarat-syarat ibadah qurban.
Imam Khatib didalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj menyatakan, disunatkan
bagi mereka yang melaksanakan qurban untuk menyembelih sendiri
binatang qurban tersebut, sekiranya tidak mampu disunatkan bagi
mereka menyaksikan penyembelihan itu.
Hikmah Qurban
Ada sekian banyak hikmah yang dapat kita petik dari pelaksanaan
ibadah qurban ini. Berikut adalah sebahagian hikmah-hikmah yang
terkandung di dalam ibadah Qurban:
1. Keikhlasan dan ketulusan
Yang sangat mengagumkan dari peristiwa sejarah qurban Nabi Ibrahim
adalah keikhlasan dan ketulusan dalam menjalankan perintah Allah
tanpa ada rasa berat hati, beban, ataupun ketidak tulusan dalam
menjalankan perintah Allah . Memang Nabi Ibrahim sebagai manusia
tentu akan merasa berat ketika mendapatkan perintah dari Allah untuk
menyembelih anaknya, yaitu nabi Ismail. Tapi kecintaan, keimanan dan
ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah jauh lebih besar daripada
kecintaan terhadap anak, isteri, harta, bahkan dunia dan seisinya,
menjadikan perintah yang terasa berat tersebut terasa ringan, juga
disisi lain Nabi Ibrahim pun yakin bahawa Allah tidak akan
mensia-siakan mereka dan Allah akan memberikan yang terbaik untuk
mereka.
2. Kesabaran
Bila kita renungi, peristiwa yang terjadi kepada Nabi Ibrahim dengan
adanya perintah untuk menyembelih anaknya merupakan suatu peristiwa
luar biasa yang memerlukan tingkat kesabaran yang luar biasa. Apatah
lagi anak yang harus diqurbankan adalah seorang anak soleh yang
telah dinanti-nantikannya selama puluhan tahun, dan ketika apa yang
mereka nanti-nantikan tersebut hadir, lalu ada perintah untuk
menyembelihnya, tentu ini merupakan suatu hal yang sangat berat
dilakukan untuk ukuran manusia biasa.
Yang luar biasa adalah kesabaran ini bukan hanya dimiliki oleh Nabi
Ibrahim saja, tetapi dimiliki oleh seluruh keluarga, baik anaknya
sebagai orang yang menjadi qurban, ataupun isterinya sebagai seorang
ibu yang telah melahirkan anak yang akan diqurbankan. Sekali lagi
dalam menjalankan perintah ini sangat dituntut adanya kesabaran yang
luar biasa, dan hal ini sudah dibuktikan oleh keluarga Nabi Ibrahim,
sebagaimana yang dikisahkan Allah dalam Al-Quran :
"Maka tatkala sang putera itu berumur dewasa dan mampu berusaha
bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku
bermimpi aku menyembelihmu, maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!".
Ia menjawab: "Hai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang
yang sabar.
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan
anaknya atas pelipisnya, Kami berseru dan memanggilnya: "Hai
Ibrahim, sesungguhnya kamu telah meyakini mimpi kamu itu.
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang
yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar merupakan ujian yang
nyata. Dan Kami tebus putera itu dengan seekor (kambing) sembelihan
yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian baik) di
kalangan orang-orang yang datang kemudian". (Ash-Shaaffaat:
102-108).
3. Ketaatan
Perintah yang dijalankan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya yang
dicintai membuktikan ketaatan yang luar biasa kepada Allah. Nabi
Ibrahim telah menjadikan Allah diatas segala-galanya, termasuk anak
dan isterinya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 131 :
Ertinya : "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!"
Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".
Dalam surat Al-Baqarah ayat 133 Allah berfirman : Ertinya : "Adakah
kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan maut, ketika ia berkata kepada
anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab:
"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim,
Ismail dan Ishaq, Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh
kepada-Nya".
Demikian pula halnya dengan si isteri yaitu Hajar, wanita solehah
yang mempunyai ketaatan yang luar biasa kepada Allah , ketika
mendengar perintah Allah dari suaminya beliau tidak berusaha
menentangnya, kerana ini adalah perintah Allah yang harus ditaati.
Begitupun dengan anaknya yang akan menjadi "qurban" tidak berusaha
untuk mencegah atau mempengaruhi ayahnya untuk tidak melaksanakan
perintah tersebut, malah sebaliknya, ia meyakinkan ayahnya, bahawa
jka memang itu adalah perintah Allah , maka harus dilaksanakan.
Allah mengabadikan perkataan Nabi Ismail kepada ayahnya dalam Al
Quran sehubungan dengan peristiwa ini :
Ertinya :"Maka tatkala si putera itu berumur dewasa dan bisa
berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku, sesungguhnya
aku bermimpi aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana
pendapatmu!". Ia menjawab: "Hai bapaku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar." (Ash-Shaffat: 102).
Itulah ketaatan yang dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim yang
merupakan contoh ketaatan yang harus diteladani. Dan buah dari
ketaatan ini adalah sebagaimana yang difirmankan Allah : Ertinya :
"kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (Ash-Shaffat: 109).
4. Pengorbanan
Kisah penyembelihan seorang anak oleh ayahnya disebabkan ketaatannya
kepada Allah merupakan kisah pengorbanan yang luar biasa.
Pengorbanan yang bukan hanya dibuktikan oleh Nabi Ibrahim saja
sebagai seorang ayah, tapi juga dibuktikan oleh Ismail dan Hajar
sebagai seorang anak dan isteri. Ibrahim sebagai seorang ayah tentu
tidak akan mau membunuh seseorang yang menjadi darah dagingnya
sendiri, apalagi yang akan diqurbankan adalah orang yang selama ini
dinanti-nantikan selama puluhan tahun.
Begitupun dengan Hajar, si ibu, tentu tidak akan pernah berharap
atau membayangkan bahawa anak satu-satunya yang dinanti-nantikan
akan diqurbankan oleh ayahnya sendiri. Ismailpun sebagai seorang
anak yang masih muda tidak akan pernah membayangkan bahawa suatu
saat nyawanya akan terlepas dari jasad oleh ayahnya sendiri. Tapi
demi ketaatan kepada Allah yang mereka sendiri yakin bahwa Allah
tidak akan menzalimi hambanya maka mereka pun ikhlas menjalankan
perintah Allah.
5. Keimanan
Ketaatan adalah buah dari keimanan, keimanan hadir dari keyakinan,
dan keyakinan tumbuh kerana adanya hujah dan pembuktian. Keimanan
keluarga Nabi Ibrahim merupakan keimanan yang didasarkan pada
keyakinan yang dalam karena mereka telah melihat bukti nyata tentang
kekuasaan Tuhan yang diyakini dan diimaninya. Dunia dan seisinya
adalah bukti kebesaran Tuhan, bahkan alam semesta yang memiliki
berjuta-juta galaksi merupakan bukti yang nyata akan kekuasaan
Tuhan.
Itu semua adalah bukti yang membuahkan keimanan pada diri Nabi
Ibrahim. Allah telah mengisahkan dalam surat Al-An'am ayat 75-79
tentang pencarian Tuhan yang dilakukan Nabi Ibrahim, yang menjadikan
alam semesta sebagai pembuktian adanya Tuhan.
Ertinya : "Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim
tanda-tanda keagungan di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang
yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang dia
berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia
berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah
Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata:
"Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah
aku termasuk orang yang sesat."
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah
Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam,
dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa
yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada
Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama
yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan."
Disisi lain, Allah telah memberikan bukti secara langsung kepada
Nabi Ibrahim yang semakin menambah keyakinan dan keimanannya,
sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 260
:
Ertinya : Dan ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah
kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah
berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah
meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap.
Allah berfirman: "ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah
semuanya olehmu. "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu
bahagian dari bahagian-bahagian itu, kemudian panggillah mereka,
nescaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahawa
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Buah dari apa yang dialami oleh Nabi Ibrahim adalah keimanan dan
keyakinan yang sangat dalam kepada Allah , sehingga dari keimanan
dan keyakinan yang dalam kepada Allah , melahirkan hal-hal
sebagaimana yang telah disebutkan di atas, iaitu ketulusan dan
keikhlasan, kesabaran, juga ketaatan. Sehingga apapun bentuk yang
diperintahkan Allah, nescaya akan dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, kesabaran dan ketundukan. Dan kisah pengorbanan Nabi
Ibrahim merupakan pembuktian terunggul keimanannya kepada Allah.